By :Kristian Griapon, September 17, 2021.

Persaingan politik dunia setelah perang dunia kedua memunculkan hubungan antagonis atau perlawanan antara AS, Uni Soviet, dan China. Padahal ketiga Negara itu adalah sekutu dekat pada perang dunia kedua berperang mengalahkan rezim fasisme mussolini (Italia) dan Hitler (Jerman) yang berkembang di Eropa, serta fasisme kekisaran Jepang yang meluas di asia-Pasifik, hingga ke Eurasia(Rusia).

Peluncuran Sputnik 1 satelit pertama buatan Uni Soviet, sebagai media kendali senjata balistik, yang diorbitkan pada 4 Oktober 1957, diluncurkan dari Kosmodrom Baykonur di RSS Kazakhstan, menciptakan manuver kekuatan militer (bipolar), yang dalam perkembangannya setelah perang dingin usai pada akhir abad 20 dan pada awal abad 21, mendorong bermunculan multi bipolar selain AS dan China, yakni, Korea Utara dan India di Asia, Iran, Turki dan Israel di Jazirah Arab dan Rusia yang telah bubar bersama Uni Soviet telah muncul kembali. Multi bipolar dalam perlombaan sejata balistik abad 21, menjadi ancaman dasyat perang balistik antar benua dibawah kendali satelit (persenjaan nuklir).

Multi bipolar menjadi isu High Politics masyarakat internasional diabad 21, dibawa kendali Dewan Keamanan-Perserikatan Bangsa Bangsa (DK-PBB), yang mencakup masalah kedaulatan suatu Negara anggota PBB, masalah keamanan internasional dan perdamaian dunia.

Isu Hak Asasi Manusia (HAM) yang sebelumnya menjadi Isu Low Politics, kini telah disejajarkan dalam Isu High Politics, guna mengimbangi kekuatan militer, artinya kekuatan militer menjadi alat pertahanan keaman di dalam wilayah nasional suatu negara, selain itu dapat dimaksimalkan guna mendukung pasukan perdamaian PBB untuk menjamin perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia.di wilayah konkflik.

Pada saat yang bersamaan perhatian HAM terpokus pada subjeknya saja yaitu manusia, tanpa memperhatikan dan peduli terhadap objek yang menjadi ruang gerak aktivitas kehidupan manusia, lingkungan, maka dampak dari pencemaran dan pengrusakan (eksploitasi) lingkungan besar-besaran disebagian besar Negara di dunia, guna kepentingan imperialism kapitalis global negara-negara yang bermain pada poros atas politik global, kini telah berdampak pada ancaman serius, terhadap lingkungan, tempat kehidupan di planet bumi, wasalam.(Kgr)

[Penulis adalah Aktivis Pemerhati Masalah Papua Barat]

Gambar Ilustrasi

Leave a comment

I’m Yikwanak

Yikwanak literally comes from two words in Lani Language of West Papua: “Yikwa” and “Inak”. The name “Yikwa” is a clan name from Lani Tribe, which literally means Water Opener, the one who closes and opens the water, controls the water. Whereas the term “Inak” means “son of”. Yikwanak means The Son of Yikwa clan. Read More at About Us Page of this blog or the other blog: yikwanak.com or blog.yikwanak.com

Let’s connect

Design a site like this with WordPress.com
Get started