Dead Horse Theory

Dead Horse Theory atau Teori Kuda Mati adalah istilah metaforis yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana strategi atau kebijakan yang terbukti gagal atau tidak efektif tetap dipertahankan, bahkan ketika sudah jelas tidak membawa kemajuan atau manfaat. Dalam konteks manajemen atau organisasi, ini sering digunakan untuk menyindir keputusan pimpinan yang terus-menerus mempertahankan sistem lama sekelompok atau kebijakan yang sudah “mati” (gagal) diantaranya, hanya karena ego, kepentingan pribadi dan kelompok, atau ketidakmauan untuk berubah.

🔍 berikut Inti Teori Kuda Mati.

“Jika Anda menunggangi kuda mati, sebaiknya Anda turun.” Namun, dalam praktiknya, banyak pemimpin atau organisasi justru:

– Membeli cambuk yang lebih mahal.
– Mengganti penunggang kuda.
– Membuat tim kerja pencuri untuk menghidupkan kembali kuda.
– Mencari dana tambahan agar kuda bisa tetap “berjalan”.
– Atau memaksa semua orang pegikut dan lainnya percaya bahwa “kuda itu belum mati”.

Pakai teori Kuda Mati saja karena Mau ibaratkan Wam ena dan Wam Ngia di Wam erompaga lebih bingung karena budaya Balim juga anda tidak paham jadi mending paki teori Dead Horse.

#kurumbiwone #wenenu #kunumewene #kunumewone #generasiarusbalik #SaveCulture #SaveBalim #MataHatiBalim #KunumeTech #WearetheFuture #LiterasiDigital #TransformasiDigital #LiterasiBerbasisLokal #TransformasiLokalWisdom @sorotan

Leave a comment

I’m Yikwanak

Yikwanak literally comes from two words in Lani Language of West Papua: “Yikwa” and “Inak”. The name “Yikwa” is a clan name from Lani Tribe, which literally means Water Opener, the one who closes and opens the water, controls the water. Whereas the term “Inak” means “son of”. Yikwanak means The Son of Yikwa clan. Read More at About Us Page of this blog or the other blog: yikwanak.com or blog.yikwanak.com

Let’s connect

Design a site like this with WordPress.com
Get started